Regional Leaders Fellowship FGBMFI DKI Jakarta 5 - 09/10/2019

09 October 2019 by Jimmy Kasie in Leaders Meeting

Jakarta, 09 Oktober 2019

Setiap hari Rabu pukul 07:00-09:30 WIB FGBMFI Regional DKI 3 bersama Bpk. Irwanto Chan (Regional President DKI 5) menyelenggarakan acara Regional Leaders Fellowship di lantai 10  Hotel 88 Jalan Mangga Besar VIII Jakarta Barat. 

Pesaksi pertama Bpk. Budi Samsudin mengenai pengalamannya ketika sedang dioperasi dirumah sakit dan sedang diperhadapkan dengan pergumulan antara hidup dan mati di situlah saya menyadari betapi pentingnya pengetahuan akan Firman Tuhan sebagai dasar dan landasan iman kita.

Pesaksi kedua Bpk. Asen bergabung di FGBMFI sejak 2016 dan baru dipilih oleh member menjadi Chapter President Jakarta Mitra Lotus Chapter (JML Chapter). Hidup ini bukan sekedar hanya uang tetapi harus mencari Tuhan, siap melayani pekerjaan Tuhan di wadah FGBMFI DKI 5 di Jakarta Mitra Lotus Chapter.

Pesaksi ketiga Anto menyaksikan bahwa sungguh mengalami suatu perubahan dibidang ekonomi atau usahanya semakin maju setelah aktif dalam pelayanan di wadah FGBMFI. Ketika sedang menyetir mobil ketempat kerja, mobil mengalami masalah T root lepas, puji Tuhan kejadian itu ketika masih dijalan non tol, sehingga selamat dari kecelakaan yang fatal. 

Pesaksi ke 4 Bpk. Erianto Chang bersaksi ketika menjadi ketua acara Young Movement masih kekurangan uang sekitar 300 jutaan, mulai mencari orang-orang yang dikenal dan bisa diandalkan tetapi hasilnya nihil, dan ketika berdoa Tuhan berikan hikmat sehingga semua biaya yang kurang bisa tertutupi dan bahkan ada kelebihan uang ratusan juta.   

Speaker Bpk. Kenneth E. Kristanto (National Secretary of FGBMFI Indonesia) mengenai "IMAN DI LUAR AKAL" ambil contoh tokoh Alkitab nabi NUH yang disuruh Tuhan untuk membuat bahtera. Contoh kedua adalah Abraham (Bapa orang beriman segala bangsa) yang menunggu janji Tuhan untuk memberikan anak selama 25 tahun, sesudah dapat anak disuruh Tuhan untuk mempersembahkan anaknya Ishak sebagai korban sembelihan. 

Alasan mengapa Nuh dan Abraham berani melakukan sesuatu yang tidak masuk akal dan gila itu? Mungkin itu karena Nuh dan Abraham mengenal dengan baik suara Tuhan yang mereka dengar. Bagaimana caranya kita bisa melakukan hal menurut akal sehat itu adalah gila? Kita butuh ketaatan dan tetap percaya kepada Tuhan dalam keadaan apapun juga. Lakukan saja hal-hal yang benar sesuai dengan kebenaran dari Tuhan, dan biarkan Tuhan yang menuntun kita sesuai apa yang Dia ingin kita lakukan untuk kemuliaan NamaNya.

Related News
Regional Leaders Meeting...

Selasa 08 Oktober 2019

Regional Leaders Fellowsh...

Jakarta 02 Oktober 2019

National Board Core Genba...

Jakarta 27 September 2019

National Board Core Meeti...

Bekasi, 27 September 2019

Regional Leaders Fellowsh...

Jakarta 25 September 2019

FGBMFI Regional DKI 3 Lea...

Jakarta 24 September 2019

Comments
No comments available.
Advertisement
Radio Streaming