tagline fgbmfi

Learning from Our Past to Prepare Our Future

learning“Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” (1 Tesalonika  5:16-18)

Kita berada pada awal tahun 2018, dimana kita harus menyadari bahwa apa yang sudah terjadi di masa lalu kita dan sudah menjadi sejarah, jadi tidak dapat berubah atau berbalik lagi. Yang harus kita lakukan adalah belajar dari masa lalu kita dan belajar mengerti cara kerja Tuhan di dalam hidup kita. Cara kerja Tuhan selalu terencana dan bertujuan baik bagi hidup kita. Jadi bagaimana kita meresponi atau menanggapi setiap peristiwa yang kita hadapi sangat penting.

Kita memerlukan Spiritual Quotient (Kecerdasan dalam hal spiritual atau memiliki hikmat Allah) untuk kita dapat melihat masa lalu dan mempersiapkan masa depan. Ketika kita tidak memiliki Spiritual Quotient, akan menjadi sulit bagi kita untuk mengerti cara kerja Tuhan dan segala rancanganNya yang baik bagi kita.

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” (Roma 8:28)

Kebanyakan orang, pada saat mereka mengalami hal yang tidak baik di dalam hidupnya, atau telah melakukan kesalahan secara tidak sadar selalu men-cap dan menganggap dirinya telah melewati tahun yang sial, dan bahkan berusaha untuk membuat perasaan bahwa hal buruk itu tidak pernah terjadi di dalam hidupnya. Kita harus memiliki kecerdasan spiritual agar kita dapat belajar bagaimana menghadapi fakta hidup dengan caranya Tuhan dan peka dengan rencana Tuhan.

Terdapat 4 tipe manusia pada saat menjalani hidup:

1. Masih dalam rencana (segala sesuatu masih berupa rencana manusia)

2. 30% masalah mulai terlihat (masalah mulai sedikit-sedikit bermunculan di dalam hidup manusia)

3. 80% masalah terlihat (masalah dalam hidup semakin besar, dilematis dan tidak mampu diselesaikan sendiri)

4. Akhir dari segalanya, dan hanya mujizat yang dapat membantunya. Pada saat seperti ini biasanya manusia baru memutuskan untuk berbelok pada Tuhan dan berserah sepenuhnya pada Tuhan dan mujizat Tuhanpun terjadi.

Cara meresponi fakta hidup ketika mengalami masa sulit dengan sudut pandang Tuhan adalah kita harus tetap mengucap syukur didalam segala keadaan, melalui kecerdasan rohani, akan membuat kita tahu bahwa Tuhan bekerja dalam setiap keadaan dan membawa kebaikan bagi kita, bahkan dalam kesalahan kita, Tuhan tetap mendatangkan kebaikan bagi kita.

Ketika kita mengalami masalah di dalam hidup, hal pertama yang kita butuhkan adalah keintiman dengan Tuhan. Dengan keintiman dengan Tuhan, secara perlahan kita akan membangun Spiritual Quotient kita. Berfikir negatif secara otomatis biasanya dialami oleh manusia pada saat menghadapi masalah, oleh keintiman kita dengan Tuhan, kebiasaan berfikir negatif kita secara perlahan akan berubah menjadi kebiasaan berfikir positif.

Hidup ini adalah anugerah dari Tuhan yang sesungguhnya sangat indah, memang banyak tantangan yang sudah dan akan kita hadapi, hanya bagaimana cara kita memandang dan menghadapi hal-hal dalam hidup ini yang akan menentukan kualitas hidup kita sesungguhnya. Kita harus menghadapinya dengan ucapan syukur dan iman yang kuat kepada Bapa kita, Tuhan Yesus. Marilah kita koreksi diri, apakah kita sungguh-sungguh percaya bahwa Tuhan bekerja dalam segala pergumulan kita? Biasakan diri kita untuk selalu memiliki pikiran yang positif dalam keadaan apapun, karena seburuk apapun keadaan kita, pasti ada hal yang masih bisa kita syukuri. Amin.

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"

Posted in Special Teaching

lt ad-1004 powerpoint templates title slide rev

  •  BRA-Q       Crapoe-Seafood-Restaurant copy
  • chemindo   Logo Puri Saron Hotels 
  • prego

Copyright © 2013 Communication & Publication Department FGBMFI Indonesia

Website Security Test