tagline fgbmfi

Belas Kasihan Menang Atas Penghakiman

1504781510868Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin. Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."(Matius 6:16-19)

Belas kasihan sangat penting dalam kehidupan kita, karena inilah yang membuat kita menang atas setiap tipuan perasaan dan emosi kita. Belaskasihan dapat mengalahkan penghakiman kepada orang lain. Banyak orang berkata bahwa dia sebagai orang kristen tetapi tidak pernah mengalami kuasa firman Tuhan dalam hidup mereka. Hari kita akan belajar tentang Doa yang diajarkan Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya, sering kita mendengar tetapi kita tidak benar-benar mengerti apalagi untuk mempraktikkannya dalam kehidupan kita.

Ada satu pernyataan yang sangat penting dari ayat di atas yaitu

"dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; (Matius  6:12)

Tuhan menginginkan kita sebagai orang yang penuh dengan belas kasihan seperti bagaimana Tuhan Yesus sendiri telah mengampuni hidup kita. Di dalam firman Tuhan yang lain dikatakan,

"Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.(Matius 7:1-2)

Pengampunan tidak hanya kepada masalah besar tetapi juga masalah-masalah kecil. Seringkali kita menghadapi masalah dalam kehidupan kita dimana orang-orang menyakiti dan mengecewakan kita, tetapi apakah kita masih memiliki belaskasihan untuk bisa mengampuni orang-orang yang menyakiti dan mengecewakan kita. Ketika saya sedang berada di suatu tempat pelayanan, orang sering menyebut saya dan meneriakkan, "bule" dan bagi saya itu sebutan yang tidak enak untuk didengar tetapi apakah kita bisa memiliki belaskasihan untuk bisa mengampuni orang lain sekalipun itu masalah-masalah yang sederhana dan kecil. Banyak peristiwa-peristiwa di dalam Alkitab menceritakan sesuatu yang menakjubkan yaitu mujizat, kesembuhan, pemulihan dan itu semua tinggal kita aplikasikan dalam hidup kita kalau kita mau mengalaminya.

Belas kasihan adalah tempat dimana darah Yesus sebagai simbol dimana Tuhan Yesus telah menderita di atas Kayu salib untuk mengampuni dosa dan pelanggaran kita.

Di dalam Matius 18:27-33, "Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya. Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.

Bukankah kita banyak mengalami bermacam-macam yang menyakitkan dalam hidup kita dimana kita ada di dalam tangan-tangan algojo-algojo, kita seperti dirantai dalam kecewa dan luka yang telah membuat kita terikat dan tidak sebagai orang yang merdeka. Iblis berperan siang dan malam untuk mendakwa orang percaya, ia berkeliaran untuk menuntut hidup kita untuk tidak bisa mengampuni dan berbelaskasihan sehingga hidup kita mengalami ketandusan dan kekeringan.

Di dalam rumah tangga mengapa tidak ada "romatis" lagi, karena iblis terus bekerja untuk bisa meruntuhkan dan menggalkan rencana Tuhan dalam hidup rumah tangga untuk bisa menikmati hidup yang penuh bahagia dan sukacita, dimana iblis terus menaruh rasa sakit dan kecewa dan terus saling menyakiti antara suami dan istri dan tidak ada belaskasihan dalam hidup kita sehingga tidak bisa saling mengampuni

Oleh sebab itu biarkan dan ijinkan Tuhan masuk dalam hidup kita untuk memulihkan dan membebaskan hidup kita dari rantai dosa yang membelenggu. Pilihlahlah untuk memiliki belaskasihan dalam hidup kita supaya kita menang atas penghakiman yang menuntut untuk hidup kita untuk membalas kejahatan. Jika hidup kita dipenuhi oleh belaskasihan kita akan hidup dalam kemerdekaan. Amin….!

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"

Posted in Special Teaching

lt ad-1004 powerpoint templates title slide rev

  •  BRA-Q       Crapoe-Seafood-Restaurant copy
  • chemindo   Logo Puri Saron Hotels 
  • prego

Copyright © 2013 Communication & Publication Department FGBMFI Indonesia

Website Security Test